hai guys gue mau berbagai sama kalian yang lagi disibukan dengan tugas dari guru yang dan maupun guru yang killer banget. nah disini ada artikel yang gue buat dari copast dan dari jerih payah gue sendiri. check this out guys! WARNING jangan kalian copast dari bawah sampai akhir kata gue. takutnya kalian lupa ngapus dan turut keprint. dan guru lo melerang lo buat ngopast! nah biasanya kalimat "hai all" dan lainnya sering muncul.
- Solusi Untuk Menyelesaikan Masalah Pergaulan Bebas
Kita semua
mengetahui peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME, penyaluran
minat dan bakat secara positif merupakan hal-hal yang dapat membuat setiap
orang mampu mencapai kesuksesan hidup nantinya. Tetapi walaupun kata ini sering
di ucapkan tetap saja masih banyak remajayang melakukan hal-hal yang tidak
sepantasnya dilakukan. Solusi untuk menyelesaikan masalah pergaulan bebas
antara lain sebagai berikut :
1. Memperbaiki cara
pandang
Dengan mencoba bersikap ‘optimis’ dan hidup dalam
‘kenyataan’, maksudnya sebaiknya remaja terdidik dari kecil agar tidak memiliki
angan-angan yang tidak sesuai dengan kemampuanya sehingga apabila remaja
mendapat kekecewaan yang akan di anggapi dengan positif.
2. Menjaga
keseimbangan pola hidup
Remaja perlu balajar disiplin dengan megelola waktu,
emosi, energi serta pikikran dengan baikdan bermanfaat.
3. Jujur pada diri
sendiri dan orang lain
Menyadari bahwa setiap individu ingin yang terbaik untuk
diri sendiri. Jadi kita harus jujur dalam lisan maupun tulisan pada diri
sendiri dan orang lain
4. Perlunya remaja
berfikir untuk masa depan
Remaja akan berfikir panjang untuk melakukan hal-hal
menyimpang yang akan merusak masa depan merka dan akan berkurangnya jumlah
remaja yang terkena HIV(AIDS)
5. Menanamkan nilai
ketimuran
Nilai yang bersumberkan pada ajaran spiritual agama ini
perlu dipegang. Agar mereka akan berfikir seribu kali untuk terjun ke pergaulan
bebasm dan solusi lainnya yang dapat diterapkan remaja dengan cara yang
positif.
- A nalisis isi kandungan Q.S Al-Isra (17: 32) & Q.S An-Nur (24: 2)
Q.S
Isra 32
وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا
إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا
- Terjemahnya:
"Dan janganlah kamu mendekati zina;
sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan
yang buruk."
Penjelasan makna ayat
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا
Dan janganlah kalian mendekati zina.
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu
wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina
dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan
pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)
Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menjelaskan tentang ayat ini di dalam
tafsirnya, “Larangan mendekati zina lebih mengena ketimbang larangan melakukan
perbuatan zina, karena larangan mendekati zina mencakup larangan terhadap semua
perkara yang dapat mengantarkan kepada perbuatan tersebut. Barangsiapa yang
mendekati daerah larangan, ia dikhawatirkan akan terjerumus kepadanya, terlebih
lagi dalam masalah zina yang kebanyakan hawa nafsu sangat kuat dorongannya
untuk melakukan zina.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)
إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً
Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji.
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah dosa yang sangat
besar.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)
Asy-Syaikh As-Sa’di berkata, “Allah subhanahu wata’ala menyifati perbuatan
ini dan mencelanya karena ia (كَانَ فَاحِشَةً) adalah perbuatan keji.
Maksudnya adalah dosa yang sangat keji ditinjau dari kacamata syariat, akal
sehat, dan fitrah manusia yang masih suci. Hal ini dikarenakan (perbuatan zina)
mengandung unsur melampaui batas terhadap hak Allah dan melampaui batas
terhadap kehormatan wanita, keluarganya dan suaminya. Dan juga pada perbuatan
zina mengandung kerusakan moral, tidak jelasnya nasab (keturunan), dan
kerusakan-kerusakan yang lainnya yang ditimbulkan oleh perbuatan tersebut.”
(Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal.457)
وَسَاءَ سَبِيلًا
dan (perbuatan zina itu adalah) suatu jalan yang buruk.
Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah mengatakan, “Dan zina merupakan
sejelek-jelek jalan, karena ia adalah jalannya orang-orang yang suka bermaksiat
kepada Allah subhanahu wata’ala, dan melanggar perintah-Nya. Maka jadilah ia
sejelek-jelek jalan yang menyeret pelakunya kedalam neraka Jahannam.” (Tafsir
Ath-Thabari, 17/438)
Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah menafsirkan lafazh ayat (yang artinya)
“suatu jalan yang buruk” dengan perkataannya, “Yaitu jalannya orang-orang yang
berani menempuh dosa besar ini.” (Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 457)
Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah menyatakan bahwa Allah subhanahu wata’ala
mengabarkan tentang akibat perbuatan tersebut. Bahwasannya perbuatan tersebut
adalah sejelek-jelek jalan. Karena yang demikian itu dapat mengantarkan kepada
kebinasaan, kehinaan, dan kerendahan di dunia serta mengantarkan kepada adzab
dan kehinaan di akhirat. (Lihat Al-Jawab Al- Kafi, hal. 206)
Hal-hal yang mengantarkan kepada perbuatan zina
Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Islam menutup rapat-rapat semua
celah yang dapat mengantarkan seorang hamba kepada kejelekan dan kebinasaan.
Atas dasar ini, disaat Allah subhanahu wata’ala melarang perbuatan zina, maka
Allah subhanahu wata’ala melarang semua perantara yang mengantarkan kepada
perbuatan tersebut. Disebutkan dalam kaedah fiqih:
وَسَائِلُ اْلأُمُورِ كَالْمَقَاصِدِ
Perantara-perantara seperti hukum yang dituju.
Zina adalah perbuatan haram, maka semua perantara/wasilah yang dapat
mengantarkan kepada zina juga haram hukumnya.
AN-
NUR AYAT 2
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk."
الْمُؤْمِنينَ مِنَ طائِفَةٌ عَذابَهُما لْيَشْهَدْ
وَ الْآخِرِ الْيَوْمِ
وَ بِاللهِ تُؤْمِنُونَ كُنْتُمْ اللهِ إِنْ
دينِ في رَأْفَةٌ بِهِما تَأْخُذْكُمْ
وَلا جَلْدَةٍ مِائَةَ مِنْهُما واحِدٍ ا كُلَّ
فَاجْلِدُو الزَّانيوَ الزَّانِيَةُ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar